- Penguatan Pendidikan Karakter
- Gerakan Literasi Sekolah
- Penerapan HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk Anak Usia Dini
1. PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK)
Sesuai dengan arahan khusus presiden dalam Peraturan Presiden No 87/2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter serta Gerakan Nasional Revolusi Mental, maka Penguatan Pendidikan karakter (PPK) hadir untuk menyiapkan Geberasi Emas 2045 yang memiliki kecakapan abad 21. Dengan menempatkan kembali Karakter sebagai ruh pendidikan di Indonesia, berdampingan dengan intelektualitas, PPK berperan dalam pembentukan generasi muda yang tangguh, cerdas dan berkarakter.
Iima Karakter Utama PPK:
- Nasionalis (semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai kebhinekaan)
- Religius ( beriman dan bertakwa, bersih, toleransi, cinta lingkungan)
- Gotong Royong (kerjasama, solidaritas, saling menolong, kekeluargaan, bersahabat/komunikatif)
- Mandiri (kerja keras, kreatif, disiplin, berani, pembelajar)
- Integritas (Kejujuran, Keteladanan, kesantunan, cinta pada kebenaran)
Tidak ada parsialitas dalam penyebutan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), seperti RPP PPK, RPP Hots, RPP Literasi, dan lain-lain, yang ada adalah RPP Kurikulum 2013.
PPK berbasis kelas adalah lebih pada aksi guru dikelas dalam membentuk karakter, bukan hanya penulisan nilai karakter di kolom RPP, atau di penilaian saja.
Kurikulum 2013 mendukung desain besar Gerakan PPK. PPK memperkuat kurikulum 2013. Namum Kurikulum 2013 tidak sama dengan PPK. PPK lebih luas cakupannya.
Contoh implementasi nilai PPK di TK/PAUD:
- Religius : Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, praktek shalat berjamaah, Jum'at bersih, dll
- Nasionalis: Upacara bendera setiap hari senin, kegiatan membatik sebagai pengenalan budaya
bangsa, dekorasi kelas dengan tema nasionalisme, Lomba memperingati 17 Agustus, dll
- Gotong Royong : Kegiatan dalam satu tim/kelompok, antri dan bergantian ketika memainkan alat
permainan, dll
- Kemandirian : Kegiatan Baris sebelum masuk kelas, meletakkan sepatu dan tas pada tempatnya, dll
- Integritas : Kantin kejujuran, Mengangkat tangan ketika ingin bertanya, meminta izin ketika ingin
ke toilet, dsb.
2. GERAKAN LITERASI
Implementasi di sekolah:
- Program 15 menit membaca setiap hari, baik itu
anak yang membaca buku (membaca gambar) atau guru yang membacakan buku (story
telling)
- Mengembangkan sudut baca di sekolah
(perpustakaan mini di ruang kelas/area lain di
sekolah
- Pengembangan Perpustakaan sekolah
- Menata kelas yang Kaya Literasi (whole
language)
- Pelibatan orangtua dan Komite Sekolah dalam
Gerakan Literasi Sekolah
3. HOTS = Higher Order Thinking Sklills ( Kemampuan Berpikir Aras Tinggi)
Taksonomi Bloom dipandang sebagai sebuah hirarki kegiatan-kegiatan yang bersifat Low Order dan High Order (Berdasarkan McCurry).
HOTS (Higher Order Thingking Skills) adalah bagian atas dari taksonomi Bloom, yaitu dimulai dari C4 (Analisis), C5 (Syntesis) dan C6 (Evaluasi), sedangkan bagian bawahnya adalah LOTS (Lower Order Thingking Skills).
Untuk tingkat TK/PAUD menggunakan Desain Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Berbasis HOTS
Pendekatan Saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif membangun kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan melalui tahapan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan. Dengan Kata lain, Pendekatan Saintifik melatih anak berfikir ilmiah, dengan melatih keterampilan dasar: Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Menalar dan Mengomunikasikan.
Contoh pertanyaan HOTS dalam kegiatan Saintifik di TK:













