Senin, 02 Juli 2018

Inovasi Bercerita : Digital Story Telling

Siapa saja dapat bercerita. Dalam keseharian kita terbiasa mendengar orang bercerita, entah itu dari teman, ayah/ibu, suami/isteri, atau anak. Namun bercerita untuk tujuan pendidikan bisa jadi mudah tapi juga  sulit. Banyak faktor yang mempengaruhi, dari segi naskah ceritanya, tujuan yang ingin dicapai jelas atau tidak, cara membawakan cerita, medianya dan sebagainya. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang medianya.

Media atau alat bantu (alat peraga) yang dipakai dalam bercerita bisa bermacam-macam. Jika kita tidak menggunakan media, biasanya kita menggunakan gerak tubuh, mimik dan vokal suara. Namun jika menggunakan media, carilah media yang semenarik mungkin dan bisa kita kuasai saat bercerita. Pengalaman saya sebagai guru TK, dan tentu saja sebagai orangtua, saya bisa menggunakan boneka (boneka tangan atau boneka jari), panggung boneka, buku cerita, media gambar, dll.

Salah satu contoh media yang telah saya pelajari adalah berupa digital story telling, dimana cerita tersebut dibuat dalam bentuk video sederhana yang mudah dipelajari. Digital Story Telling ini merupakan produk dari Sagudistro (Satu Guru Satu Digital Story Telling) dengan foundernya adalah Ferdiansyah Syaiful Hijrah ( Kang Ferdi ). Sagudistro sendiri merupakan salah satu kanal dari Ikatan Guru Indonesia atau IGI. 

Dibawah ini adalah contoh video pertama digital story telling yang saya buat, berjudul: Amanda di Kerajaan Sayur dan Buah. video ini merupakan perpaduan media gambar yang biasa dibuat sendiri oleh guru TK ketika bercerita, kemudian saya jadikan video digital story telling.




Contoh lain video digital story telling yang telah saya buat:



Untuk mengetahui contoh karya digital story telling dari guru - guru hebat yang lain, silahkan masuk ke Channel SAGUDISTRO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar